Batik Semarangan

Batik Semarangan Sebenarnya di jaman dulu sempat populer, dan sempat pula tenggelam dan hampir punah.

Alhamdulillah berkat kejelian Pemerintah kota Semarang, pada tahun 2005 Batik Semarangan mulai di digiatkan dan dihidupkan lagi sentra-sentra batik yang pada masa jayanya pernah diporak-porandakan oleh Pemerintah Kolonial Belanda dan pada Massa kependudukan Tentara Jepang pada saat terjadinya Pertempuran 5 Hari di Semarang.

Sejarah Batik Semarangan.
Tan Kong Tien seorang putera tuan tanah Tan Siauw Liem, yang merupakan salah seorang menantu Sri Sultan Hamengkubuwono III yang menikah dengan RA Dinartiningsih.
Tan Kong Tien memiliki keahlian membatik yang ditularkan dari isterinya RA Dinartiningsih dengan ulet dan gigihnya dia bisa mengembangkan usahanya dan mempunyai perusahaan yang bernama Batikkerij Tan Kong Tien mendapatkan hak atas monopoli batik di Jawa Tengah dan perusahannya ini kemudian diteruskan oleh Petrinya yang bernama R.Ng. Sri Murdijanti hingga tahun 1970.
Dari dokumen Pemerintahan Kolonial Belanda, pada tahun 1919 – 1925 sentra batik di Semarang sangat berkembang, faktor krisis yang menyebabkan sulitnya bahan sandang juga faktor penyebab perkembangannya begitu cepat.
Yang lebih unik lagi, para pengrajin Batik Semarangan tidak pernah membakukan motif batik karyanya, tidak seperti pengrajin kota Solo, Joga dan Pekalongan. Sebagai Masyarakat yang tinggal di Pesisir Utara pulau jawa, sudah menjadi kebiasaan untuk membatik dengan motif naturalis.
Berbeda dengan pembatik dari Jogja, Solo dan Pekalongan yang memiliki motif Batik pakem dari Kraton.

Produk yang dihasilkan oleh pengrajin Batik Semarangan berupa : selendang, dasi dan topi. Dan hingga kini belum dikenal proses cap atau printing untuk pembuatan Batik Semarangan ini.

Seusuai Bahasan di atas, bahwa Batik Semarang pada umumnya desainnya Naturalis, maka Bog Semarangan akan memberi contoh desain atau motif Batik Semarangan.

Check www.getshotel.id for more information

 

     

Oleh-Oleh Khas Semarang: Wingko Babat

Wingko atau sering disebut juga Wingko babat adalah makanan tradisional khas Indonesia.
Wingko adalah sejenis kue yang terbuat dari kelapa muda, tepung beras ketan dan gula. Wingko sangat terkenal di pantai utara pulau Jawa. Kue ini sering dijual di stasiun kereta api, stasiun bus atau juga di toko-toko kue untuk oleh-oleh keluarga.
Wingko biasanya berbentuk bundar biasa disajikan dalam keadaan hangat dan dipotong kecil-kecil. Wingko dapat dijual dalam bentuk bundar yang besar atau juga berupa kue-kue kecil yang dibungkus kertas. Kombinasi gula dan kelapa menjadikan kue ini nikmat. Harga kue ini dapat bervariasi tergantung tempat menjualnya dan merek wingko ini.

Bermacam-macam varian rasanya dari Cokelat, Nangka, Pisang Raja, sampai yang original pun masih menjadi favorit di kalangan masyarakat.

Bila anda ingin mencobanya ketika bepergian ke Semarang, menginaplah di Gets Hotel Semarang, karena lokasi hotel yang dekat dengan pusat oleh-oleh “Wingko Babat“, sehingga anda tdak perlu jauh-jauh untuk mendapatkannya.

Check our website: http://getshotel.id for more information

 

Menjelajah Kuliner Semarang

Singgah ke Kota Semarang, tentu menyempatkan waktu untuk menjelajahi kuliner Semarang. Banyak sekali makanan khas Semarang yang perlu anda coba, dari Nasi Goreng Babat, Soto Ayam Semarang, Lunpia, Pecel, dan masih banyak lagi makanan khas Semarangan.

Akan mudah untuk menjelajahinya, apabila menginap di Gets Hotel Semarang. Gets Hotel Semarang berlokasi di tengah kota Semarang, di Jl. MT. Haryono atau seringkali disebut Mataram.

Di sepanjang Jalan Mataram, anda bsa menemukan kuliner Semarang yang patut di coba. Dekat dan tidak butuh transportasi, namun juga bisa menimati pemandangan malam kota Semarang.

Check https://getshotel.id for more information

 

 

Hari Dokter Nasional 2018

Tanggal 24 Oktober di peringati sebagai Hari Dokter Nasional. Menjadi momen untuk melakukan evaluasi pengabdiannya terhadap Bangsa Indonesia dalam ranah kesehatan terhadap dokter di Indonesia baik dokter dokter yang sudah mengabdikan pada negeri ini maupun mereka mereka yang masih sebagai mahasiswa mahasiswi kedokteran.

Dokter adalah sosok yang berpengaruh terhadap aspek kesehatan dalam suatu Negara. Terutama untuk orang-orang yang menderita sakit. Peran dokter sangat besar untuk kesembuhan pasien pasien. Walau demikian dokter sebagai sarana untuk perantara penolong untuk menyembuhkan seseorang, sejatinya Tuhanlah yang menentukan seseorang itu sehat/sakit.

Mengenai kinerja dokter di Indonesia, masih terdapat pro dan kontra. Di kota-kota besar, layanan kesehatan sudah mengalami peningkatan sehingga dokter dokter bekerja sesuai profesionalnya dan terus di awasi dengan masyarakat. Sebab masyarakat sudah mengalami pencerdasan dengan media media, sehingga tak perlu lagi hanya sebagai pasien yang pasif. Dengan demikian mutu dokter sebagai pelayan dan pemberi kesehatan makin ditingkatkan.

Banyak daerah yang sudah memiliki akses berobat 24 jam berkat adanya klinik-klinik terdekat. Ini membantu masyarakat untuk selalu meningkatkan taraf kesehatannya. Dan tak heran jika dalam 1 daerah terdapat beberapa klinik. Selain itu, membangkitkan para dokter untuk segera juga membuka lahan praktiknya agar ilmu yang di dapatkan dapat diabdikan untuk masyrakat.

Gets Hotel Semarang mengucapkan Selamat Hari Dokter Nasional, terimakasih atas pengabdiannya untuk kesehatan masyarakat Indonesia.

 

Check http://getshotel.id for more information

WA: 024 – 86400500

 

Taman Indonesia Kaya Semarang, Taman Budaya Outdoor

Taman Menteri Supeno atau yang dikenal juga sebagai Taman KB yang berada di Jalan Menteri Supeno Mugassari Semarang, saat ini sedang direnovasi menjadi Taman Indonesia Kaya. Taman dengan desain futuristik ini nantinya akan dimanfaatkan menjadi ruang publik bagi masyarakat dan akan menjadi taman budaya pertama di Jawa Tengah dengan konsep panggung outdoor untuk menjadi wadah berekspresi para seniman untuk dapat dinikmati masyarakat secara gratis. Selain futuristik, taman ini juga akan lebih hijau dengan penanaman beberapa jenis tanaman serta pepohonan di area ini. Selain itu patung Ibu dengan dua anak yang selama ini menjadi ikon Taman KB, akan tetap ada dan akan ditata agar lebih sesuai. Sebagai tempat untuk nguri-uri kebudayaan, pertunjukan yang natinya ditampilkan akan terlebih dahulu dikurasi dengan pengaturan jadwal pementasan ditangani oleh tim budya Djarum Foundation. Konsep seperti ini sebelumnya sudah pernah dilakukan di Galeri Indonesia Kaya Jakarta yang menampilkan berbagai seni pertunjukan dengan tema keragaman Indonesia serta menjadi rumah bagi para seniman untuk berkarya.

Panggung teater dengan kapasitas penonton hingga 1.000 orang bakal ada di sini. Fasilitas ruang ganti dan make-up artis ber-AC juga disediakan untuk para seniman yang akan tampil di panggung teater terbuka Taman Indonesia Kaya.

Taman ini akan menginspirasi para pekerja seni untuk dapat mengeksplorasi kemampuannya untuk menampilkan seni dan budaya asli Indonesia serta memadukannya dengan konsep kekinian sehingga bisa diterima oleh seluruh masyarakat.

Check http://getshotel.id for mor information